Friday, January 16, 2015

Memperkecil Resiko dan Ketergantungan.

Pada umumnya orang lebih suka bekerja daripada berwirausaha. Bekerja dianggap lebih aman karena memberikan penghasilan yang tetap. Bekerja dianggap tidak ada resiko kerugian. Berusaha dianggap dapat mengalami kerugian jika usahanya gagal. Benarkah asumsi – asumsi ini?
Seorang karyawan mempunyai resiko di PHK. Karena itu ada undang - undang yang mengatur mengenai PHK ini. Kalau tidak mempunyai keahlian khusus yang sangat dibutuhkan, kebanyakan pekerja kariernya tergantung apakah ia mendapat atasan dan perusahaan yang baik atau tidak. Memang ia dapat mencari tempat kerja yang lain, tetapi resiko dan ketergantungan itu tetap ada.
Jadi, bekerja atau berwirausaha, masing – masing mempunyai resiko dan ketergantungan sendiri – sendiri. Bekerja tergantung pada atasan dan perusahaan, berwirausaha tergantung pada pelanggan. Semakin banyak pelanggan, ketergantungan semakin kecil.
Resiko bekerja adalah di PHK. Resiko berwirausaha adalah gagal. Kalau dikelola dengan baik, semakin banyak pelanggan, resiko dapat menjadi semakin kecil. Resiko berwirausaha dapat dibagi dengan mencari mitra kerja yang sesuai. Jika kita tidak menguasai suatu bidang tertentu, kita dapat mencari mitra kerja yang mempunyai keahlian di bidang tersebut. Mencari mitra kerja bukan mencari karyawan. Kalau mencari karyawan, resiko tidak dibagi dengan karyawan tersebut. Mitra kerja juga tidak harus tetap, dapat bermitra untuk suatu periode tertentu. Hanya bidang – bidang tertentu, pekerjaan – pekerjaan atau fungsi – fungsi tertentu, kita limpahkan kepada mitra kita.

Mari belajar berwirausaha. Mari belajar bekerja sama. Mari bermitra. Sukses selalu!

No comments:

Post a Comment