Pada umumnya orang lebih
suka bekerja daripada berwirausaha. Bekerja dianggap lebih aman karena
memberikan penghasilan yang tetap. Bekerja dianggap tidak ada resiko kerugian.
Berusaha dianggap dapat mengalami kerugian jika usahanya gagal. Benarkah asumsi
– asumsi ini?
Seorang karyawan mempunyai
resiko di PHK. Karena itu ada undang - undang yang mengatur mengenai PHK ini. Kalau
tidak mempunyai keahlian khusus yang sangat dibutuhkan, kebanyakan pekerja
kariernya tergantung apakah ia mendapat atasan dan perusahaan yang baik atau
tidak. Memang ia dapat mencari tempat kerja yang lain, tetapi resiko dan
ketergantungan itu tetap ada.
Jadi, bekerja atau
berwirausaha, masing – masing mempunyai resiko dan ketergantungan sendiri –
sendiri. Bekerja tergantung pada atasan dan perusahaan, berwirausaha tergantung
pada pelanggan. Semakin banyak pelanggan, ketergantungan semakin kecil.
Resiko bekerja adalah di
PHK. Resiko berwirausaha adalah gagal. Kalau dikelola dengan baik, semakin
banyak pelanggan, resiko dapat menjadi semakin kecil. Resiko berwirausaha dapat
dibagi dengan mencari mitra kerja yang sesuai. Jika kita tidak menguasai suatu
bidang tertentu, kita dapat mencari mitra kerja yang mempunyai keahlian di
bidang tersebut. Mencari mitra kerja bukan mencari karyawan. Kalau mencari
karyawan, resiko tidak dibagi dengan karyawan tersebut. Mitra kerja juga tidak
harus tetap, dapat bermitra untuk suatu periode tertentu. Hanya bidang – bidang
tertentu, pekerjaan – pekerjaan atau fungsi – fungsi tertentu, kita limpahkan
kepada mitra kita.
Mari belajar
berwirausaha. Mari belajar bekerja sama. Mari bermitra. Sukses selalu!
No comments:
Post a Comment