Friday, February 13, 2015

Pemikir dan Pekerja.

Pemikir lebih suka berpikir, Pekerja lebih suka bekerja.
Pemikir lebih suka mengerjakan hal – hal yang baru, yang belum pernah dikerjakan, Pekerja lebih suka mengerjakan hal – hal yang biasa dikerjakan.
Pemikir berpikir dulu baru bekerja, Pekerja bekerja dulu baru berpikir.
Pemikir berpikir keras, Pekerja bekerja keras.
Alkisah, Pekerja bekerja keras mengumpulkan Rupiah, Rp 100.000,-  ditukar menjadi USD 40,- (saat 1 USD = Rp 2.500,-); tiba – tiba datang pemikir, dan Rp 100.000,- menjadi hanya USD 8,- (saat 1 USD = 12.500,-). Pekerja kehilangan 80 % hasil kerja kerasnya. Jangan membenci Pemikir, tetapi belajarlah berpikir.
Andai kata kebiasaan berpikir dan bekerja jumlahnya 10, termasuk yang manakah Anda?
Pemikir 1 Pekerja 9, Pemikir 2 Pekerja 8, Pemikir 3 Pekerja 7, dan seterusnya Pemikir 9 Pekerja 1.
Ada Pemikir yang lebih banyak berpikir dan kemudian mengarahkan Pekerja untuk bekerja baginya.
Apakah ada Pekerja yang lebih banyak bekerja dan kemudian minta Pemikir untuk berpikir baginya?

Ada Pemikir yang suka mengatur Pekerja. Ada juga Pekerja yang suka mengatur Pemikir. Mana yang hasilnya lebih baik? Celakanya kalau semua merasa dirinya benar dan yang lain dianggap salah. Jangan kaku, belajarlah berdiskusi.

Thursday, February 5, 2015

Data Pra Pendidikan dan Pelatihan “Persiapan Purna Bakti”.

--asaconsulting---asaconsulting---asaconsulting---asaconsulting--

Nama:
Tempat / tanggal Lahir:
Pendidikan Terakhir:

Alamat:

Nomor HP:
Alamat e-mail:
Nama Perusahaan:
Bidang Usaha:
Jabatan Terakhir:

Mata Pelajaran / Kuliah yang paling disenangi waktu sekolah / kuliah:
1.
2.

Mata Pelajaran / Kuliah yang paling dikuasai waktu sekolah / kuliah:
1.
2.

Pekerjaan yang paling Anda senangi selama bekerja:
1.
2.

Pekerjaan yang paling Anda kuasai selama bekerja:
1.
2.

Apa Hobby Anda:

Pekerjaan apa yang sebenarnya Anda inginkan, tetapi sampai sekarang Anda belum mempunyai kesempatan untuk melaksanakannya?


Menurut Anda, hambatan apa yang akan dihadapi jika Anda berwirausaha? Jelaskan :



Bantuan apa saja yang Anda harapkan / butuhkan agar Anda dapat berhasil dalam berwirausaha? Jelaskan:





Kirimkan data di atas ke alamat e-mail:
rejekikami@gmail.com
asa19consulting@gmail.com
dan kami akan memberikan tanggapan.

Monday, February 2, 2015

Apa yang Sebenarnya Anda Jual / Berikan?

Untuk mendapatkan sesuatu, kita harus mengorbankan atau memberikan sesuatu yang lain. Jadi kita tukar, tukar menukar atau bisa juga dianggap jual beli. Mau mendapatkan suatu barang atau jasa, kita memberikan uang. Kita membeli barang, kita harus membayar. Naik kendaraan umum (jasa, termasuk pesawat), kita juga harus membayar. Barang dan jasa kita tukar dengan uang.
Apa yang kita tukar untuk mendapatkan uang? Ada beberapa cara untuk mendapatkan uang: bekerja, berwirausaha atau berinvestasi. Untuk berinvestasi, kita perlu modal yang cukup besar, kita anggap saja kita tukar modal uang dengan uang. Yang membutuhkan modal uang yang lebih sedikit adalah bekerja dan berwirausaha.
Dalam bekerja dan berwirausaha, untuk mendapatkan uang kita terutama memberikan kepandaian, tenaga dan waktu. Jadi kita tukar kepandaian, tenaga dan waktu dengan uang. Kita memberikan kepandaian, kepandaian kita tidak berkurang, bahkan semakin pandai. Kita memberikan tenaga, setelah beristirahat, tenaga kita pulih kembali. Hanya waktu, yang setelah kita berikan, waktu berlalu dan tidak kembali. Tiba – tiba kita sudah sampai pada usia pensiun, dan tidak bisa kembali.
Kalau waktu tidak dapat kembali dan baik bekerja maupun berwirausaha sama – sama mempergunakan waktu, lantas apa bedanya? Dalam bekerja, pada umumnya (kecuali posisi tertentu) waktu kita diatur oleh orang lain, oleh atasan dan perusahaan, minimal 40 jam seminggu. Istilahnya purnawaktu (full-timer), ada istilah loyal kepada perusahaan. Ada istilah korupsi waktu. Dalam berwirausaha, kita sendiri yang lebih banyak mengatur waktu kita. Kita memanfaatkan waktu sesuai dengan kemampuan pengelolaan kita.
Bagaimana kalau belum siap, belum dapat berwirausaha padahal sudah butuh uang? Bekerja sambil mempersiapkan diri secara benar untuk berwirausaha. Jangan hanya bekerja saja sampai pensiun. Untuk dapat berwirausaha tidak hanya butuh modal uang.
Kita dapat mulai belajar berwirausaha pada saat kita masih bekerja. Setahap demi setahap, mulai dengan lingkup dan skala yang kecil. Mungkin kurang optimal, tetapi lebih baik daripada terlambat. Adalah lebih baik kita mempersiapkan diri secara matang sebelum terjun langsung berwirausaha, agar kita dapat memperkecil resikonya.

Mari belajar berwirausaha. Mari belajar bekerja sama. Mari bermitra. Sukses selalu!
Rukan Mutiara Taman Palem blok C6 / 18,
Jakarta 11730, telp. 5435 8060, 6850 7819.
e-mail : rejekikami@gmail.com
asa19consulting@gmail.com