Pemikir
lebih suka berpikir, Pekerja lebih suka bekerja.
Pemikir
lebih suka mengerjakan hal – hal yang baru, yang belum pernah dikerjakan,
Pekerja lebih suka mengerjakan hal – hal yang biasa dikerjakan.
Pemikir
berpikir dulu baru bekerja, Pekerja bekerja dulu baru berpikir.
Pemikir
berpikir keras, Pekerja bekerja keras.
Alkisah,
Pekerja bekerja keras mengumpulkan Rupiah, Rp 100.000,- ditukar menjadi USD 40,- (saat 1 USD = Rp
2.500,-); tiba – tiba datang pemikir, dan Rp 100.000,- menjadi hanya USD 8,-
(saat 1 USD = 12.500,-). Pekerja kehilangan 80 % hasil kerja kerasnya. Jangan
membenci Pemikir, tetapi belajarlah berpikir.
Andai
kata kebiasaan berpikir dan bekerja jumlahnya 10, termasuk yang manakah Anda?
Pemikir
1 Pekerja 9, Pemikir 2 Pekerja 8, Pemikir 3 Pekerja 7, dan seterusnya Pemikir 9
Pekerja 1.
Ada
Pemikir yang lebih banyak berpikir dan kemudian mengarahkan Pekerja untuk
bekerja baginya.
Apakah
ada Pekerja yang lebih banyak bekerja dan kemudian minta Pemikir untuk berpikir
baginya?
Ada
Pemikir yang suka mengatur Pekerja. Ada juga Pekerja yang suka mengatur
Pemikir. Mana yang hasilnya lebih baik? Celakanya kalau semua merasa dirinya
benar dan yang lain dianggap salah. Jangan kaku, belajarlah berdiskusi.