Friday, February 13, 2015

Pemikir dan Pekerja.

Pemikir lebih suka berpikir, Pekerja lebih suka bekerja.
Pemikir lebih suka mengerjakan hal – hal yang baru, yang belum pernah dikerjakan, Pekerja lebih suka mengerjakan hal – hal yang biasa dikerjakan.
Pemikir berpikir dulu baru bekerja, Pekerja bekerja dulu baru berpikir.
Pemikir berpikir keras, Pekerja bekerja keras.
Alkisah, Pekerja bekerja keras mengumpulkan Rupiah, Rp 100.000,-  ditukar menjadi USD 40,- (saat 1 USD = Rp 2.500,-); tiba – tiba datang pemikir, dan Rp 100.000,- menjadi hanya USD 8,- (saat 1 USD = 12.500,-). Pekerja kehilangan 80 % hasil kerja kerasnya. Jangan membenci Pemikir, tetapi belajarlah berpikir.
Andai kata kebiasaan berpikir dan bekerja jumlahnya 10, termasuk yang manakah Anda?
Pemikir 1 Pekerja 9, Pemikir 2 Pekerja 8, Pemikir 3 Pekerja 7, dan seterusnya Pemikir 9 Pekerja 1.
Ada Pemikir yang lebih banyak berpikir dan kemudian mengarahkan Pekerja untuk bekerja baginya.
Apakah ada Pekerja yang lebih banyak bekerja dan kemudian minta Pemikir untuk berpikir baginya?

Ada Pemikir yang suka mengatur Pekerja. Ada juga Pekerja yang suka mengatur Pemikir. Mana yang hasilnya lebih baik? Celakanya kalau semua merasa dirinya benar dan yang lain dianggap salah. Jangan kaku, belajarlah berdiskusi.

No comments:

Post a Comment