Untuk mendapatkan sesuatu, kita harus
mengorbankan atau memberikan sesuatu yang lain. Jadi kita tukar, tukar menukar
atau bisa juga dianggap jual beli. Mau mendapatkan suatu barang atau jasa, kita
memberikan uang. Kita membeli barang, kita harus membayar. Naik kendaraan umum
(jasa, termasuk pesawat), kita juga harus membayar. Barang dan jasa kita tukar
dengan uang.
Apa yang kita tukar untuk mendapatkan
uang? Ada beberapa cara untuk mendapatkan uang: bekerja, berwirausaha atau
berinvestasi. Untuk berinvestasi, kita perlu modal yang cukup besar, kita
anggap saja kita tukar modal uang dengan uang. Yang membutuhkan modal uang yang
lebih sedikit adalah bekerja dan berwirausaha.
Dalam bekerja dan berwirausaha, untuk
mendapatkan uang kita terutama memberikan kepandaian, tenaga dan waktu. Jadi
kita tukar kepandaian, tenaga dan waktu dengan uang. Kita memberikan
kepandaian, kepandaian kita tidak berkurang, bahkan semakin pandai. Kita
memberikan tenaga, setelah beristirahat, tenaga kita pulih kembali. Hanya
waktu, yang setelah kita berikan, waktu berlalu dan tidak kembali. Tiba – tiba
kita sudah sampai pada usia pensiun, dan tidak bisa kembali.
Kalau waktu tidak dapat kembali dan
baik bekerja maupun berwirausaha sama – sama mempergunakan waktu, lantas apa
bedanya? Dalam bekerja, pada umumnya (kecuali posisi tertentu) waktu kita
diatur oleh orang lain, oleh atasan dan perusahaan, minimal 40 jam seminggu.
Istilahnya purnawaktu (full-timer), ada istilah loyal kepada perusahaan. Ada
istilah korupsi waktu. Dalam berwirausaha, kita sendiri yang lebih banyak
mengatur waktu kita. Kita memanfaatkan waktu sesuai dengan kemampuan
pengelolaan kita.
Bagaimana kalau belum siap, belum dapat
berwirausaha padahal sudah butuh uang? Bekerja sambil mempersiapkan diri secara
benar untuk berwirausaha. Jangan hanya bekerja saja sampai pensiun. Untuk dapat
berwirausaha tidak hanya butuh modal uang.
Kita dapat mulai belajar berwirausaha pada saat kita masih bekerja. Setahap
demi setahap, mulai dengan lingkup dan skala yang kecil. Mungkin kurang
optimal, tetapi lebih baik daripada terlambat. Adalah lebih baik kita
mempersiapkan diri secara matang sebelum terjun langsung berwirausaha, agar
kita dapat memperkecil resikonya.
Mari belajar berwirausaha. Mari belajar bekerja sama. Mari bermitra. Sukses
selalu!
Rukan Mutiara
Taman Palem blok C6 / 18,
Jakarta
11730, telp. 5435 8060, 6850 7819.
e-mail : rejekikami@gmail.com
asa19consulting@gmail.com
No comments:
Post a Comment