Monday, February 2, 2015

Apa yang Sebenarnya Anda Jual / Berikan?

Untuk mendapatkan sesuatu, kita harus mengorbankan atau memberikan sesuatu yang lain. Jadi kita tukar, tukar menukar atau bisa juga dianggap jual beli. Mau mendapatkan suatu barang atau jasa, kita memberikan uang. Kita membeli barang, kita harus membayar. Naik kendaraan umum (jasa, termasuk pesawat), kita juga harus membayar. Barang dan jasa kita tukar dengan uang.
Apa yang kita tukar untuk mendapatkan uang? Ada beberapa cara untuk mendapatkan uang: bekerja, berwirausaha atau berinvestasi. Untuk berinvestasi, kita perlu modal yang cukup besar, kita anggap saja kita tukar modal uang dengan uang. Yang membutuhkan modal uang yang lebih sedikit adalah bekerja dan berwirausaha.
Dalam bekerja dan berwirausaha, untuk mendapatkan uang kita terutama memberikan kepandaian, tenaga dan waktu. Jadi kita tukar kepandaian, tenaga dan waktu dengan uang. Kita memberikan kepandaian, kepandaian kita tidak berkurang, bahkan semakin pandai. Kita memberikan tenaga, setelah beristirahat, tenaga kita pulih kembali. Hanya waktu, yang setelah kita berikan, waktu berlalu dan tidak kembali. Tiba – tiba kita sudah sampai pada usia pensiun, dan tidak bisa kembali.
Kalau waktu tidak dapat kembali dan baik bekerja maupun berwirausaha sama – sama mempergunakan waktu, lantas apa bedanya? Dalam bekerja, pada umumnya (kecuali posisi tertentu) waktu kita diatur oleh orang lain, oleh atasan dan perusahaan, minimal 40 jam seminggu. Istilahnya purnawaktu (full-timer), ada istilah loyal kepada perusahaan. Ada istilah korupsi waktu. Dalam berwirausaha, kita sendiri yang lebih banyak mengatur waktu kita. Kita memanfaatkan waktu sesuai dengan kemampuan pengelolaan kita.
Bagaimana kalau belum siap, belum dapat berwirausaha padahal sudah butuh uang? Bekerja sambil mempersiapkan diri secara benar untuk berwirausaha. Jangan hanya bekerja saja sampai pensiun. Untuk dapat berwirausaha tidak hanya butuh modal uang.
Kita dapat mulai belajar berwirausaha pada saat kita masih bekerja. Setahap demi setahap, mulai dengan lingkup dan skala yang kecil. Mungkin kurang optimal, tetapi lebih baik daripada terlambat. Adalah lebih baik kita mempersiapkan diri secara matang sebelum terjun langsung berwirausaha, agar kita dapat memperkecil resikonya.

Mari belajar berwirausaha. Mari belajar bekerja sama. Mari bermitra. Sukses selalu!
Rukan Mutiara Taman Palem blok C6 / 18,
Jakarta 11730, telp. 5435 8060, 6850 7819.
e-mail : rejekikami@gmail.com
asa19consulting@gmail.com


No comments:

Post a Comment